sponsor 3

Tuesday, September 18, 2018

pernikahan secara bahasa dan istilah


       Memaknai Pernikahan

Pernikahan adalah sebuah akad yang menjadi semacam “SIM” sebelum lebih lanjut berhubungan dan berkeluarga. Apalagi pernikahan di ikhtiarkan banyak orang, agar menjadi momen yang hanya sekali dalam seumur hidup, menjadi awal sekaligus akhir, maka kemudian banyak orang yang tak mau menyia-nyiakan.
Pernikahan adalah ibadah persaksian dan janji setia perempuan dan laki-laki kepada masing-masing pasangan, masing-masing orang tua, kepada masing-masing keluarga, kepada masyarakat, dan kepada Allah SWT.Maka dari itu pernnikahan adalah kabar dan momen gembira meskipun tak harus selalu dirayakan dengan serba mewah dan megah.
Nikah adalah akad persaksian yang berat antara mempelai perempuan dan mempelai laki-laki, kepada masing-masing pasangan, kepada orang tua, mertua, saudara atau keluarga, masyarakat dan Allah Swt. Untuk menjalani hidup setia dalam suka maupun duka apa pun konsekuensinya.
Sementara rumah tangga adalah wahana untuk membuktikan makna hakikat pernikahan yang melibatkan istri dan suami, untuk bisa saling memuliakan, bukan merasa paling unggul dan mampu mengejawantahkan prinsip islam tentang kesalingan. Ingat, dalam rumah tangga, istri dan suami sama-sama mulia, tidak ada pihak yang dibawah, secara pihak yang lain diatas, tidak ada pihak dibelakang, sementara pihak lain didepan. Istri bukan ‘konco wingking’ suami, istri bukan pelengkap suami. hukum pernikahan ada 5.
Berkenaan dengan tuntunan menikah, Allah SWT berfirman “Dan diantaratanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan utukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan mersa tentram kepadanya, dan di jadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang, sesunguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kaum yang berfikir” (Q.S. Ar-Rum : 21)
Menikah menjadi salah satu ikhtiar agar manusia, perempuan maupun laki-laki, bisa meraih kehidupan yang tentram. Menikah sangatlah mudah dan singkat, yang panjang dan berat adalah menjalani perosesnya karena pasti akan menguras pikiran, tenaga, uang, emosi, dan lain sebagainya. Meka pernikahan harus di persiapkan dengan matang, kematanganya persiapan menjadi salah satu indikator keberhasilan.
Perlu dipahami bahwa pernikahan bukanlah akhir kehidupan, melainkan awal kehidupan sesungguhnya dimulai. Hasrat menggebu-gebu yang cenderung berlebihan tidaklah dianjurkan. Maka menikahlah tepat pada waktunya, karena Islam  tidak menghendaki nikah dini ataupun muda. lanjutkan baca pernikahan di indonesia

No comments:

Post a Comment