sponsor 3

Friday, September 28, 2018

MAKALAH Pengembangan Life Skill di Madrasah


    Pengembangan Life Skill di Madrasah

Inilah Cara dan Makalah  Pengembangan Life Skill di Madrasah
A.    Pengertian Life Skill
Kecakapan praktis yang dijadikan sebagai pegangan atau pedoman anak didik dalam memecahkan berbagai persoalan hidup atau kehidupan di masa sekarang dan akan datang, meliputi kecakapan pengetahuan dan sikap yang berhubungan dengan fisik dan mental, serta kecakapan kejuruan yang berhubungan dengan pengembangan akhlak anak didik supaya mampu menghadapi tuntutan dan tantangan hidup dalam kehidupan. Secar umum, pendidikan lifeskill bertujuan mengembangkan potensi anak didik yang sesuai dengan karakteristik, emosional, dan spiritual dalam prospek mengembangkan diri dan memposisikan perannya di masa sekarang serta masa yang akan datang.
         Dalam bahasa lain, pendidikan life skill bertujuan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan anak didik untuk bertahan dan meningkatkan kualitas hidup dalam semua lingkungan dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia.

B.     Model Pengembangan Life Skill
Pertama, pengembangan kelembagaan. Pengemabangan kelembagaan adalah usaha dalam jangka panjang untuk memperbaiki proses-proses pemecahan masalah dan pembaharuan organisasi, khususnya melalui budaya manajemen organisasi yang lebih efektif dan kolabotif. makalah sistem dan metode mengajar seorang guru
         Kedua, pengembangan model kurikulum. Kurikulum sebagai jantung pendidikan harus dilaksanakan sesuai teori-teori yang sifatnya fleksibel, sesuai dengan perkembangan zaman.
         Ketiga, pengembangan tenaga pendidikan dan kependidikan. Guru harus mempunyai kecakapan dan wawasan memadai – terutama tentang ilmu yang diajarkan -, mempunyai keterampilan yang tinggi, mampu menggunakan metode yang tepat, dan mudah beradaptasi dengan kemampuan anak didik. Terwujudnya guru profesional adalah sebuah keharusan.
         Keempat, pengembangan model pembelajaran. Pembelajaran kontekstual adalah hal penting. Guru harus bisa mendorong anak didik agar mampu menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata dan mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Disamping itu, dalam proses belajar mengajar, terdapat empat strategi dasar, yaitu :
1.      Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi, kualifikasi perubahan tingkah laku, serta kepribadian anak didik yang diharapkan;
2.      Memilih sisitem pendekatan belajar mengajar yang didasarkan pada aspirasi dan pandangan hidup masyarakat;
3.      Memilih, menetakan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang paling tepat dan efektif untuk dijadikan pegangan guru dalam menjalankan tugas mengajar; serta
4.      Menetapkan norma dan batas minimal keberhasilan sebagai pedoman dalam melakukan evaluasi hasil belajar mengajar yang dijadikan umpan balik untuk penyempurnaan sistem isntruksional secara keseluruhan.
Kelima, pengembangan model manajemen.
Keenam,pengembangan model media dan sumber belajar.
Ketujuh, pengembangan model evaluasi. Evaluasi harus dilakukan secara baik dan efektif. Evaluasi harus mengacu kepada kurikulum komptensi yang di terapkan. Evaluasi seperti ini akan menghasilakn nilai authentic assessment yang memiliki kriteria sebagai berikut :
1.      Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran;
2.      Dapat digunakan untuk midsemester dan semester;
3.      Yang menjadi ukuran adalah keterampilan dan performansi, bukan mengingat fakta;
4.      Berkesinambungan;
5.      Terintegrasi; serta
6.      Dapat diamnfaatkan sebagai feed back.
Kriteria menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Dalam konteks ini, yang dimaksud mengajar adalah menciptakan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar.

No comments:

Post a Comment