Pengembangan
Life Skill di Madrasah
Inilah Cara dan Makalah Pengembangan Life Skill di Madrasah
A. Pengertian
Life Skill
Kecakapan
praktis yang dijadikan sebagai pegangan atau pedoman anak didik dalam
memecahkan berbagai persoalan hidup atau kehidupan di masa sekarang dan akan
datang, meliputi kecakapan pengetahuan dan sikap yang berhubungan dengan fisik
dan mental, serta kecakapan kejuruan yang berhubungan dengan pengembangan
akhlak anak didik supaya mampu menghadapi tuntutan dan tantangan hidup dalam
kehidupan. Secar umum, pendidikan lifeskill bertujuan mengembangkan potensi anak didik yang sesuai dengan
karakteristik, emosional, dan spiritual dalam prospek mengembangkan diri dan
memposisikan perannya di masa sekarang serta masa yang akan datang.
Dalam bahasa lain, pendidikan life skill bertujuan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan
yang dibutuhkan anak didik untuk bertahan dan meningkatkan kualitas hidup dalam
semua lingkungan dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia.
B. Model
Pengembangan Life Skill
Pertama,
pengembangan kelembagaan. Pengemabangan kelembagaan adalah usaha dalam jangka
panjang untuk memperbaiki proses-proses pemecahan masalah dan pembaharuan
organisasi, khususnya melalui budaya manajemen organisasi yang lebih efektif
dan kolabotif. makalah sistem dan metode mengajar seorang guru
Kedua, pengembangan
model kurikulum. Kurikulum sebagai jantung pendidikan harus dilaksanakan
sesuai teori-teori yang sifatnya fleksibel, sesuai dengan perkembangan zaman.
Ketiga, pengembangan
tenaga pendidikan dan kependidikan. Guru harus mempunyai kecakapan dan
wawasan memadai – terutama tentang ilmu yang diajarkan -, mempunyai
keterampilan yang tinggi, mampu menggunakan metode yang tepat, dan mudah
beradaptasi dengan kemampuan anak didik. Terwujudnya guru profesional adalah
sebuah keharusan.
Keempat, pengembangan
model pembelajaran. Pembelajaran kontekstual adalah hal penting. Guru harus
bisa mendorong anak didik agar mampu menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan
nyata dan mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Disamping itu,
dalam proses belajar mengajar, terdapat empat strategi dasar, yaitu :
1. Mengidentifikasi
dan menetapkan spesifikasi, kualifikasi perubahan tingkah laku, serta
kepribadian anak didik yang diharapkan;
2. Memilih
sisitem pendekatan belajar mengajar yang didasarkan pada aspirasi dan pandangan
hidup masyarakat;
3. Memilih,
menetakan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang paling tepat dan
efektif untuk dijadikan pegangan guru dalam menjalankan tugas mengajar; serta
4. Menetapkan
norma dan batas minimal keberhasilan sebagai pedoman dalam melakukan evaluasi
hasil belajar mengajar yang dijadikan umpan balik untuk penyempurnaan sistem
isntruksional secara keseluruhan.
Kelima, pengembangan
model manajemen.
Keenam,pengembangan
model media dan sumber belajar.
Ketujuh, pengembangan
model evaluasi. Evaluasi harus dilakukan secara baik dan efektif. Evaluasi
harus mengacu kepada kurikulum komptensi yang di terapkan. Evaluasi seperti ini
akan menghasilakn nilai authentic assessment yang memiliki kriteria sebagai
berikut :
1. Dilaksanakan
selama dan sesudah proses pembelajaran;
2. Dapat
digunakan untuk midsemester dan semester;
3. Yang
menjadi ukuran adalah keterampilan dan performansi, bukan mengingat fakta;
4. Berkesinambungan;
5. Terintegrasi;
serta
6. Dapat
diamnfaatkan sebagai feed back.
Kriteria menjadi kunci untuk
meningkatkan kualitas pengajaran. Dalam konteks ini, yang dimaksud mengajar
adalah menciptakan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses
belajar.
No comments:
Post a Comment