Kendala
Pengembangan Madrasah
makalah kendalah dan cara berkembangnya madrasah
A.
Sentralitas Figur
Figur
adalah elemen terpenting karena dialah yang menggerakkan segala kegiatan.
Ketika sang figur sakit atau bermasalah, madrasah akan mengalami instabilitas
dan disorientasi. Kepala sekolah sebagai figur sentral madrasah biasanya
menentukan segalanya, baik itu kgiatan, anggaran, jaringan, dan lain
sebagainya. baca : tantangan kompleks madrasah di era globalisasi
B.
SDM Rendah
Madrasah
identik dengan SDM rendah karena lahir dari kehendak rakyat, di kelola sendiri
oleh rakyat, dan di tunjuk pula untuk rakyat. Madrasah dengan SDM rendah tentu
mengalami kesulitan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi sepanjang waktu.
Ketulusan memang menjadi ciri.
Begitu pula dengan tuntunan untuk
melakukan integrasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan
pendidikan karakter yang membutuhkan SDM terampil, ahli, dan profesional.
Artinya, ketulusan pun harus di iringi kemampuan yang tinggi karena perubahan
terus terjadi tanpa henti.
C.
Fasilitas Serba Kurang
Madrasah
sering kali diasosiasikan dengan fasilitas yang serba kurang. Bahkan, sejarah
berdirinya madrasah biasanya penuh lika-liku, dirintis dengan menempati rumah
pendirinya, kemudian menerima tanah wakaf, mendapat sumbangan masyarakat untuk
membangun gedung, dan akhirnya terwujudlah bangunan sederhana. Ketahanan yang
kuat dari madrasah tidak lepas dari sejrah panjang pendiriannya yang penuh
tantangan dan berangkat dari bawah secara bertahap. Namun, ketahanan ini jelas
membutuhkan pengembangan demi pengembangan sepanjang masa, salah satunya dengan
melengkapi sarana prasarana.
D.
Budaya Organisasi Lemah
Budaya
organisasi adalah perilaku berorganisasi yang terlihat dalam praktik kehidupan
sehari-hari, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan,
dan evaluasi terus menerus. Dalam budaya organisasi, akan terlihat kedisiplinan
seseorang dalam melaksanakan program dan ambisinya dalam memenuhi target yang
dicanangkan.
E.
Hilangnya Spirit Kompetisi dan Inovasi
Seperti
yang telah dipaparkan sebelumnya, madrasah berjalan dalam kecepatan rendah dan
target yang rendah pula. Hal ini tidak lepas dari hilangnya spirit keompetisi
yang menyebabkan buntunya kreasi dan inovasi. Jika lembaga mempunyai spirit
kompetisi tinggi, inovasi demi inovasi akan terus dilahirkan tanpa henti.
F.
Jaringan Tidak Berkembang
Madrasah
biasanya lemah di bidang jaringan ini. Kelemahan inilah yang membuat madrasah
tidak bisa berkembang dengan cepat, karena tidak mampu berkoneksi dengan
lembaga lain yang mempunyai visi dan misi yang sama. Lemahnya jaringan di
sebabkan oleh mobilitas yang rendah, pola komunikasi yang tidak aktif, dan
kapasitas individual yang tidak kompetitif dan proyektif. Kerja sama yang
menjadi ciri khas era globa tidak terlaksana dengan baik. CARA MELAHIRKAN MADRASAH UNGGUL DI ERA GLOBALISASAI
G.
Kaderisasi Mandeg
Kaderisasi
adalah usaha untuk mempersiapkan kader-kader pemimpin masa depan secara
sistematis, gradual, dan optimal. Kaderisasi menjadi penting demi kontinuitas
organisasi dalam jangka panjang. Sebaik apapun seorang pemimpin, pada suatu
saat, ia pasti mengalami masa dimana ia harus diganti, baik akibat usia, sakit,
kesibukan lain, periodisasi, maupun faktor lain.
H.
Konsolidasi Terbengkalai
Kemajuan
suatu organisasi sangat ditentukan oleh soliditas tim. Jika soliditas tidak
ada, menggapai prestasi ibarat bermimpi di siang bolong, jauh dari harapan. Tim
yang solid saja belum tentu mencapai prestasi besar apalagi ketika tidak solid.
F.
Tidak Adanya Ekspansi
Lembaga
yang besar selalu memikirkan ekspansi, yaitu perluasan dan pengembangan
wilayah. Biasanya, lembaga tersebut sudah mapan dalam segala aspek, baik
manajemen, finansial, sumberdaya manusia, dan sarana prasarana. Bila lembaga itu
masih kekurangan, baik itu finansial, summber daya manusia, sarana prasarana,
dan manajemen yang sulit baginya untuk berekspansi.
G.
Pendanaan Terbatas
Salah
satu aspek penting dalam kemajuan madrasah adalah ketercukupan finansial.
Ketercukupan ini tidak bisa hanya mengandalkan BOS (Bantuan Opersional Sekolah)
karena nominalnya sedikit. Maka dari itu, di masa depan, madrasah harus
merintis badan usaha ekonomi yang mampu menghasilkan banyak pendapatan.
No comments:
Post a Comment