sponsor 3

Thursday, September 27, 2018

MAKALAH Tantangan kompleks Madrasah di Era Globalisasi LENGKAP


       Tantangan kompleks Madrasah di Era Globalisasi

MAKALAH MADRASAH DI INDONESIA PERKEMBANGAN KEAGAMAAN
A.    Demoralisasi Pelajar
Tantangan pertama yang dihadapi madrasah adalah kemerosotan moral pelajar dan remaja pada umumnyayang sudah sedemikian akut. Mereka yang terlibat dalam minuma-minuman keras (miras), geng motor, narkoba, free sex, perkelahian sampai pembunuhan, pencurian, dan pemerasan, sudah tidak terhitung. Keringnya nilai-nilai religius menyebabkan perilaku yang tidak terkendali. BACA : MAKALAH KIAT MELAHIRKAN MADRASAH UNGGUUL DI ERA GLOBALSASI
           Mereka melakukan apa saja secara kolektif. Kebenaran menurut mereka adalah sesuatu yang disepakati oleh kelompoknya. Agama dicampakkan dan nafsu diperturunkan.
B.     Degradasi Keilmuan dan Moral Guru
Tantangan kedua madrasah adalah penurunan kualitas ilmu guru yang berpengaruh besar terhadap kualitas amal dalam bentuk apapun. Amal adalah manifestasi dari ilmu, sehingga jika ilmunya sedikit dan kering, maka amalnya pun sedikit dan kering.
C.     Krisis Keluarga
Tantangan ketiga yang dihadapi madrasah adalah krisis fungsi keluarga. Keluarga tidak berfungsi sebagai pendidikan utama dan pertama anak didik. Keluarga sekedar tempat pemenuhan kebutuhan biologis, seperti makan, minum, menonton televisi, bukan tempat pemenuhan kebutuhan keilmuan dan spiritual, seperti belajar, mengkaji al-qur’an, shalat berjamaah, dan lain-lain.
D.    Apatisme Sosial
Lingkungan adalah perisay budaya. Jika lingkungan mengalami kerusakan, perisai budaya bisa terjebak dalam keadaan mengkhawatirkan, bahkan bisa jatuh. Apatisme sosial, artinya ketidakpedulian lingkungan masyarakat terhadap moralitas dan perilaku yang dilakukan orang lain.
E.     Runtuhnya Wibawa Kultural
Kewibawaan ini bisa dimanfaatkan untuk memperkuat moralitas anak didik dan meningkatkan kapasitas keilmuannya. Namun, jika kewibawaan kultural ini mengalami krisis eksistensi, agenda penegakan moral di tengah masyarakat pun di terpa krisis.
F.      Langkanya Keteladanan
Keteladanan yang murni, tidak dibuat-buat, memang lahir dari individu yang shalih, dekat dengan Tuhan, mengasih sesama manusia, dan berjuang sekuat tenaga untuk mengontrol nafsu setannya agar senantiasa berada di jalan yang lurus.
G.    Kebebasan Informasi dan Komunikasi
Arus informasi dan komunikasi sekarang ini sangat bebas. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi yang melahirkan inovasi terus menerus menjadikan batas-batas waktu dan tempat nyaris hilang. Setiap saat, kita bisa berkomunikasi dan mengikuti informasi. Koran, majalah, televisi, internet, radio, handphone, dan lain-lain menjadi menu harian yang tidak terlewatkan, seolah tidak ada kontroldari badan sensor.
           Disamping memiliki dampak negatif, ada juga dampak positif dari jaringan tanpa batas ini, yaitu cepatdan mudahnya mendapatkan informasi dan pengetahuan, sehingga wawasan semakin luas dan cakrawala pemikiran meningkat tajam.
H.    Westernisasi Kebudayaan
Globalisasi membawawesternisasi, atau pembaratan budaya. Budaya yang datang dari Ameika dan Eropa dijadikan file style, sedangkan budaya timur mengedepankan kesopanan, keramahan, etika, dan kebersamaan perlahan terkikis. Budaya timur dianggap tradisional, out of date, kuno, dan tidak mengikuti perkembangan zaman.
I.       Liberalisasi Ekonomi Pasar
Ekonomi pasar sekarang bercorak liberal, dalam arti bebas dari intervensi negara. Kalangan swasta bisa berkompetisi secara terbuka untuk memperebutkan pasar. Pemain internasional akan terjun ke tempat-tempat strategis untuk menanamkan investasi dan memperkuat jaringan bisnisnya. Dengan kekuatan modal, sumber daya manusia, jaringan, dan akses, mereka akan menguasai pasar secara dominan.
           Efek yang dapat terjadi dalam proses ini adalah hilangnya orientasi moral dalam ekonomi praktis. Artinya, ketika terjadi kompetisi, maka tujuan utamnaya adalah memenangkan persaingan tanpa mempertimbangkan falsafah moral dan nilai yang benar.
           Hal ini bisa kita lihat di mal-mal dan supermarket yang menyediakan berbagai model pakaian. Mayoritas yang tersedia adalah pakaian-pakaian seksi, menampakkan aurat perempuan di ruang publik. Tentu, pakain seperti ini mengundang daya tarik laki-laki, dan akhirnya berbagai kasus pemerkosaan, free sex, dan lain-lain semarak. Inilah efek negatif liberalisasi ekonomi yang seharusnya bisa di antisipasi dengan baik. PENGERTIAN DAN DAMPAK GLOBALISASI



J.       Pragmatisme dan Oportunisme Politik
Politik adalah dunia kekuasaan. Politik sebenernya mulai jika dipraktikkan dengan cara-cara yang santun, bermoral, serta bertujuan menegakkan keadilan dan kesejahteraan. Inilah yang dipraktikkan para nabi, khususnya Nabi Yusuf dan Nabi Muhammad Saw. Yang menggunakan politik sebagai sarana menegakkan keadilan, mengembangkan potensi masyarakat, pragmatisme dan oportunisme politik semacam ini menjadi fenomena akut di negara ini. Tidak ada idealisme untuk menegakkan kebenaran, keadilan, dan kemakmuran bangsa.
K.    Komersialisme dan Kapitalisme Pendidikan
Inilah ironi pendidikan di negeri ini. Anak-anak yang berbakat dan menjadi tulang punggung bangsa ini di masa depan justru tidak mendapatkan layanan pendidikan yang memadai dan mampu mengembangkan potensi mereka secara maksimal, karena mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu. Sedangkan mereka yang kecerdasannya biasa dan sedang, karena berasal dari keluarga yang ada (the have), bisa menikmati pendidikan yang berkualitas.
           Setiap anak didik berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, nondiskriminatif, dan kompetitif. Sebab, merekalah yang nantinya akan membawa perubahan bangsa ini di masa depan. Jika pendidikan mereka tidak berkualitas, bangsa ini akan mengalami kemunduran dan terbelakangan karena kalah dalam kompetisi global.

No comments:

Post a Comment