Tantangan kompleks Madrasah di Era Globalisasi
MAKALAH MADRASAH DI INDONESIA PERKEMBANGAN KEAGAMAAN
A. Demoralisasi
Pelajar
Tantangan pertama yang
dihadapi madrasah adalah kemerosotan moral pelajar dan remaja pada umumnyayang
sudah sedemikian akut. Mereka yang terlibat dalam minuma-minuman keras (miras),
geng motor, narkoba, free sex,
perkelahian sampai pembunuhan, pencurian, dan pemerasan, sudah tidak terhitung.
Keringnya nilai-nilai religius menyebabkan perilaku yang tidak terkendali. BACA : MAKALAH KIAT MELAHIRKAN MADRASAH UNGGUUL DI ERA GLOBALSASI
Mereka melakukan apa saja secara kolektif. Kebenaran
menurut mereka adalah sesuatu yang disepakati oleh kelompoknya. Agama
dicampakkan dan nafsu diperturunkan.
B. Degradasi
Keilmuan dan Moral Guru
Tantangan kedua
madrasah adalah penurunan kualitas ilmu guru yang berpengaruh besar terhadap
kualitas amal dalam bentuk apapun. Amal adalah manifestasi dari ilmu, sehingga
jika ilmunya sedikit dan kering, maka amalnya pun sedikit dan kering.
C. Krisis
Keluarga
Tantangan ketiga yang
dihadapi madrasah adalah krisis fungsi keluarga. Keluarga tidak berfungsi
sebagai pendidikan utama dan pertama anak didik. Keluarga sekedar tempat
pemenuhan kebutuhan biologis, seperti makan, minum, menonton televisi, bukan
tempat pemenuhan kebutuhan keilmuan dan spiritual, seperti belajar, mengkaji
al-qur’an, shalat berjamaah, dan lain-lain.
D. Apatisme
Sosial
Lingkungan adalah
perisay budaya. Jika lingkungan mengalami kerusakan, perisai budaya bisa
terjebak dalam keadaan mengkhawatirkan, bahkan bisa jatuh. Apatisme sosial,
artinya ketidakpedulian lingkungan masyarakat terhadap moralitas dan perilaku
yang dilakukan orang lain.
E. Runtuhnya
Wibawa Kultural
Kewibawaan ini bisa
dimanfaatkan untuk memperkuat moralitas anak didik dan meningkatkan kapasitas
keilmuannya. Namun, jika kewibawaan kultural ini mengalami krisis eksistensi,
agenda penegakan moral di tengah masyarakat pun di terpa krisis.
F. Langkanya
Keteladanan
Keteladanan yang murni,
tidak dibuat-buat, memang lahir dari individu yang shalih, dekat dengan Tuhan,
mengasih sesama manusia, dan berjuang sekuat tenaga untuk mengontrol nafsu
setannya agar senantiasa berada di jalan yang lurus.
G. Kebebasan
Informasi dan Komunikasi
Arus informasi dan
komunikasi sekarang ini sangat bebas. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi
yang melahirkan inovasi terus menerus menjadikan batas-batas waktu dan tempat
nyaris hilang. Setiap saat, kita bisa berkomunikasi dan mengikuti informasi.
Koran, majalah, televisi, internet, radio, handphone,
dan lain-lain menjadi menu harian yang tidak terlewatkan, seolah tidak ada
kontroldari badan sensor.
Disamping memiliki dampak negatif, ada juga dampak positif
dari jaringan tanpa batas ini, yaitu cepatdan mudahnya mendapatkan informasi
dan pengetahuan, sehingga wawasan semakin luas dan cakrawala pemikiran
meningkat tajam.
H. Westernisasi
Kebudayaan
Globalisasi membawawesternisasi, atau pembaratan budaya. Budaya yang datang dari Ameika dan Eropa
dijadikan file style, sedangkan
budaya timur mengedepankan kesopanan, keramahan, etika, dan kebersamaan
perlahan terkikis. Budaya timur dianggap tradisional, out of date, kuno, dan tidak mengikuti perkembangan zaman.
I. Liberalisasi
Ekonomi Pasar
Ekonomi pasar sekarang
bercorak liberal, dalam arti bebas dari intervensi negara. Kalangan swasta bisa
berkompetisi secara terbuka untuk memperebutkan pasar. Pemain internasional
akan terjun ke tempat-tempat strategis untuk menanamkan investasi dan
memperkuat jaringan bisnisnya. Dengan kekuatan modal, sumber daya manusia,
jaringan, dan akses, mereka akan menguasai pasar secara dominan.
Efek yang dapat terjadi dalam proses ini adalah hilangnya
orientasi moral dalam ekonomi praktis. Artinya, ketika terjadi kompetisi, maka
tujuan utamnaya adalah memenangkan persaingan tanpa mempertimbangkan falsafah
moral dan nilai yang benar.
Hal ini bisa kita lihat di mal-mal dan supermarket yang
menyediakan berbagai model pakaian. Mayoritas yang tersedia adalah pakaian-pakaian
seksi, menampakkan aurat perempuan di ruang publik. Tentu, pakain seperti ini mengundang
daya tarik laki-laki, dan akhirnya berbagai kasus pemerkosaan, free sex, dan lain-lain semarak. Inilah
efek negatif liberalisasi ekonomi yang seharusnya bisa di antisipasi dengan
baik. PENGERTIAN DAN DAMPAK GLOBALISASI
J. Pragmatisme
dan Oportunisme Politik
Politik adalah dunia kekuasaan.
Politik sebenernya mulai jika dipraktikkan dengan cara-cara yang santun,
bermoral, serta bertujuan menegakkan keadilan dan kesejahteraan. Inilah yang
dipraktikkan para nabi, khususnya Nabi Yusuf dan Nabi Muhammad Saw. Yang
menggunakan politik sebagai sarana menegakkan keadilan, mengembangkan potensi
masyarakat, pragmatisme dan oportunisme politik semacam ini menjadi fenomena
akut di negara ini. Tidak ada idealisme untuk menegakkan kebenaran, keadilan,
dan kemakmuran bangsa.
K. Komersialisme
dan Kapitalisme Pendidikan
Inilah ironi pendidikan
di negeri ini. Anak-anak yang berbakat dan menjadi tulang punggung bangsa ini
di masa depan justru tidak mendapatkan layanan pendidikan yang memadai dan
mampu mengembangkan potensi mereka secara maksimal, karena mereka berasal dari
keluarga yang kurang mampu. Sedangkan mereka yang kecerdasannya biasa dan
sedang, karena berasal dari keluarga yang ada (the have), bisa menikmati pendidikan yang berkualitas.
Setiap
anak didik berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, nondiskriminatif,
dan kompetitif. Sebab, merekalah yang nantinya akan membawa perubahan bangsa
ini di masa depan. Jika pendidikan mereka tidak berkualitas, bangsa ini akan
mengalami kemunduran dan terbelakangan karena kalah dalam kompetisi global.
No comments:
Post a Comment