sponsor 3

Monday, September 24, 2018

makalah pengertian,ciri dan dampak globalisasi lengkap


pengertian,ciri dan dampak globalisasi

A.    Pengertian Globalisasi
Globalisai, secara ringkas, dapat di jelaskan dengan satu kata : “mendunia”. Artinya, sistem kehidupan telah berada dalam skala internasional, lintas bangsa, negara,budaya, dan agama. Efek globalisasi sangat luas, mencakup semua aspek kehidupan, baik dalam komunitas sosial, suku, keluarga, bahkan individu. Mobilitas dan dinamika blobalisasi sulit di deteksi, diprediksi, dan diantisipasi dengan panca indra. Globalisasi dimulai dari runtuhnya tembok Berlin tahun 1989 dan melesat oleh adanya revolusi teknologi informasi.

B.     Ciri dan Paradoks Globalisasi
Globalisasi memiliki banyak ciri, diantaranya adalah :
1.      Integrasi
Integrasi ini di simbolkan dengan kata web ‘jaringan’. Jika dulu sistem di bangun dengan divisi dan sekat-sekat, sistem sekarang di bangun secara bertahap dengan integrasi dan jaringan. Semakin luas jaringan kita, semakiin efisien pula kehidupan.
2.      Kapitalisme pasar bebas
Dengan pasar yang semakin berkuasa, perekonomian pun ditentukan oleh perdagangan bebas dan kompteisi. Kapitalisme pasar bebas ditandai dengan AFTA (Asean Free Trade Area) pada tahun 2003, dimana semua negara ASEAN menjadi pasar tebuka dan semua negara bisa bersaing bebas. Diantara mereka ada yang kaya, seperti Singapura, Brunei, disusul Thailand dan Malaysia. Sedangkan Indonesia masih belum beranjak dari krisis.
3.      Amerikanisasi
Negara-negara super power  melakukan ekspansi budaya besar-besaran sehingga pengaruhnya sangat dominan di negara-negara berkembang. Mc Donald’s, Coca Cola, Kentucky, pabrik jeans dan t-shirt, media, seperti CNN,Forbes, dan lain-lain merambah serta mempengaruhi masyarakat dunia. Hal ini adalah kesalah pahaman, dengan memahami modernisasi dengan simbol makanan. Sebab, di negara asalnya, Amerika Serikat, makanan-makanan itu adalah sampah karena mengandung banyak lemak dan kurang vitamin. Makanan ini hanya dimakan ketika tidak ada uang atau terburu-buru waktu. Orang Amerika yang sadar gizi selalu mengkonsumsi good food, seperti salad dan sup, serta menghindari junk food. Ironisnya, yang terakhir disebutkan justru menjadi gaya hidup masyarakat Indoneisa.


4.      Digitalisasi
Komputerisasi, miniaturisasi, komunikasi satelitoptik, internet, dan digitalisasi adalah ciri globalisasi. Miniaturisasi terdapat dalam berbagai macam perangkat teknologi canggih, misalnya telelpon genggam. Digitalisasi memberikan presisi dan akurasi lebih tinggi yang dapat dijumpai di mana-mana, mulai dari radio hingga kamera. Satelit komunikasi Palap telah menyatukan nusantara selama lebih dari dua dekade.
5.      Kecepatan
Ukuran di masa lalu di tentukan oleh berat, sedangkan sekarang, oleh kecepatan, misalnya kecepatan perdagangan, perjalanan,komunikasi, dan inovasi. Kecepatan komunikasi internet menjadikan dunia seolah sudah menyatu.
6.      Perpindahan penduduk dengan frekuensi tinggi
Perpindahan penduduk masa kini dapat melintasi batas konvensional negara. Mobilitas tenaga kerja terjadi di mana-mana, mulai dari malaysia, singapura, korea, Hongkong, Arab Saudi, hingga Negara Timur Tengah lainnya. Tenaga kerja asing dari Amerika, Inggris, Korea, Jepang, China, dan lain-lain pulang pergi ke-Indonesia. Sayangnya, kebanyakan profesi tenaga kerja Indonesia di luar negeri adalah pembantu rumah tangga, kuli bangunan, sopir, perawat rumah sakit dan rumah jompo. Sedangkan profesi orang asing di Indonesia adalah posisi eksekutif, direktur, manajer, konsultan, dan lain-lain. Sebelum pasar bebas AFTA 2003, pemerintah bisa melindungi tenaga kerja kita di dalam negeri dengan menerapkan restriksi dan syarat ketat untuk tenaga asing. Tapi, tapi pasca pasar bebas berlaku, hal ini tidak terelakan lagi.



Mathma Gadhi menyebutkan tujuh penyakit globalisasi yang menarik kita cermati, yaitu :
a.       Politik tanpa prinsip ;
b.      Kaya tanpa bekerja ;
c.       Pendidikan tanpa karakter ;
d.      Perdagangan tanpa moralitas ;
e.       Kenikmatan tanpa hati nurani ;
f.       Ilmu pengetahuan tanpa kemanusiaan; dan
g.      Agamatanpa pengorbanan.
Ciri tersebut seharusnya membuat masyarakat dunia waspada dan tidak menuhankan globalisasi, karena di dalamnya tersimpan kepentingan tersembunyi negara maju untuk menjajah ekonomi, pendidikan, peradaban, dan politik negara berkembang dan terbelakang, bukan membuat mereka sejahtera.
C.     Dampak Negatif Globalisasi
Globalisasi betul-betul telah membawa dampak serius bagi kehidupan manusia. Kerusakan ekosistem dan kehidupan secara umum di era ini sudah sangat parah. J.F. Rischard menjelaskan kerusakan ini sebagai berikut :
1.      Jumlah penduduk dunia pada tahun 2020-2025 diperkirakan bertambah dari 6 milyar menjadi 8 milyar. Sejumlah 95% dari pertambahan tersebut terjadi dinegara-negara berkembang.
2.      Suhu panas bumi meningkat.
3.      Panggilan kekayaan alam dan perut bumi, di darat dan laut, terus berjalan secara brutal.
4.      Hujan lebat, permukaan air laut meningkat, dan terjadi pencemaran air laut.
5.      Ekosistem rusak dan keragaman spesies banyak berkurang, bahkan menjadi langka.
6.      Pemenuhan kebutuhan ikan sebagai sumber protein berkurang drastis.
7.      Hutan lambat laun semakin gundul.
8.      Konflik, teror, dan bom terjadi dimana-mana secara global.
9.      Penyakit menyebar keseluruh dunia, misalnya vius HIV/AIDS, malaria, TBC, radang paru-paru, diare, cacar air, flu burung, dan lain sebagainya.
10.  Pendidikan semakin rusak. Satu dari enam anak-anak mengalami buta huruf : jumlahnya 60 juta wanita, 300 juta pria, 99% diantaranya bertempat tinggal di negara berkembang. Di perkirakan, satu dari lima anak berumur 11-16 tahun (serta dengan 115 juta orang) tidak mengenyam bangku sekolah.
11.  Air semakin langka.
12.  Obat-obat ilegal merajalela.
13.  Terjadi kesenjangan informasi digital.
14.  Bencana alam terjadi dimana-mana. Selama tahun 1990an, bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, hujan lebat, angin topan, dan lumpur menyerang bumi 500-800 kali setiap tahun. Biaya yang digunakan untuk menanggulangi bencana ini tidak kurang dari 600 milyar dolar.
Dampak negatif globalisasi terus meningkat dari waktu kewaktu. Dunia akan semakin panas oleh keserakahan manusia yang ingin menguasai bumi secara semena-mena, tanpa menjaga kerukunan dan keseimbangan.




D.    Dehumanisasi
Dalam konteks budaya, globalisasi melahirkan dehumanisasi, yakni proses menghilangkan manusia dari esensi kemanusiaannya yang suci dan membutuhkan nilai spiritualitas, rasionalitas, keadilan, keseteraan, serta kesejahteraan lahir batin.
E.     Dominasi Barat
Dominasi barat ini akhirnya melahirkan kebebasan seksual dimana-mana, kesenjangan yang lebar antara kaya-miskin, ketidak adilan global dalam kebijakan politik luar negeri, membanjirnya film dan menu di internet yang serba porno, turisme yang mengumbar aurat, dan makanan-makanan yang tidak jelas kadar kesehatan dan kehalalannya. Pergumulan dua budaya yang bertentangan antara islam dengan barat ini menjadi tantangan serius madrasah, demi meramu nilai islam yang diterima dunia modern tanpa kehilangan identitas utamanya.

No comments:

Post a Comment