Meminimalisir
Budaya Patiarki
Budaya partiarki adalah budaya yang selalu
mengutamakan dan mengandalkan kemenangan laki-laki. Budaya serba laki-laki, segala kebaikan dan
kepatuhan diukur oleh laki-laki dan tidak sebaliknya. makalah pengetian nikah
Kodrat berbeda dengan adat. Kodrat adalah segala hal
yang berkenaan dengan fisik biologis manusia yang sifatnya gifan
(terberi) dan tidak dapat dipertukarkan. Adat itu dekat dengan kebiasaan dalm
masyarakat yang dilakukan berulang-ulang. Berkenaan dengan belanja yang selalu
di identikan dengan perempuan ini adalah akibat budaya partiarki. Budaya yang
selalu menempatkan perempuan sebagai pihak yang inferior sementara laki-laki
selamanya superior.
Padahal Islam adalah angma dengan inspirasi
kesalingan dan berbagai peran. Tidak ada ajaran Islam yang menyatakan bahwa
belanja itu kodrat perempuan. Bahkan lebih jauh dari itu Isalm tidak punya
ajaran bahwa perempuan ujung-ujungnya ke dapur, sumur, dan kasur.
Maka tidaklah aneh jika dalam
budaya partiarki keberadaan perempuan/istri/ibu seperti tidak berarti. Kaum
perempuan seperti layaknya robot yang hanya bisa bergerak apabila dikendalikan
remote. Kaum perempuan disempit ruang gerkanya hanya sekitar dapur, sumur,
kasur. baca : adab bersenggama menurut sunah
Mari membangun relasi perempuan dan laki-laki, istri
dan suami dengan prinsip yang seimbang. Tak ada suami yang sempurna tanpa cela
dan kekurangan.Lebih-lebih kaum hawa, manusia yang Allah ciptakan dengan bentuk
yang paling baik. Allah secara adil memberikan potensi dan kemampuan yang sama
kepada perempuan sebagaimana kepada laki-laki. Perempuan sebelum maupun sesudah
menikah kedudukannya tetap mulia, sama seperti laki-laki.
Perlu membiasakan diri mendekat diri kepada Allah
dalam hal ibadah. Istri dan suami kompak
dalam mendisiplinkan diri untuk selalu bisa beribadah dan derdo’a bersama. Karena pada hakikatnya, hanya Allah
sajalah yang pantas dimintai pertolongan agar Dia berkenan menganuhgerakan
ketenangan dan penjagaan atas rumah tangga yang sedang di bangun. Tanpa
melibatkan penjagaan dari Allah, rumah tangga yang dibangun tidak akan berkah
dan kokoh.
No comments:
Post a Comment