sponsor 3

Saturday, September 29, 2018

makalah kendala pengembangan madrasah


            Kendala Pengembangan Madrasah

makalah kendalah dan cara berkembangnya madrasah
A.    Sentralitas Figur
Figur adalah elemen terpenting karena dialah yang menggerakkan segala kegiatan. Ketika sang figur sakit atau bermasalah, madrasah akan mengalami instabilitas dan disorientasi. Kepala sekolah sebagai figur sentral madrasah biasanya menentukan segalanya, baik itu kgiatan, anggaran, jaringan, dan lain sebagainya. baca : tantangan kompleks madrasah di era globalisasi
B.     SDM Rendah
Madrasah identik dengan SDM rendah karena lahir dari kehendak rakyat, di kelola sendiri oleh rakyat, dan di tunjuk pula untuk rakyat. Madrasah dengan SDM rendah tentu mengalami kesulitan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi sepanjang waktu. Ketulusan memang menjadi ciri.
         Begitu pula dengan tuntunan untuk melakukan integrasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan pendidikan karakter yang membutuhkan SDM terampil, ahli, dan profesional. Artinya, ketulusan pun harus di iringi kemampuan yang tinggi karena perubahan terus terjadi tanpa henti.
C.     Fasilitas Serba Kurang
Madrasah sering kali diasosiasikan dengan fasilitas yang serba kurang. Bahkan, sejarah berdirinya madrasah biasanya penuh lika-liku, dirintis dengan menempati rumah pendirinya, kemudian menerima tanah wakaf, mendapat sumbangan masyarakat untuk membangun gedung, dan akhirnya terwujudlah bangunan sederhana. Ketahanan yang kuat dari madrasah tidak lepas dari sejrah panjang pendiriannya yang penuh tantangan dan berangkat dari bawah secara bertahap. Namun, ketahanan ini jelas membutuhkan pengembangan demi pengembangan sepanjang masa, salah satunya dengan melengkapi sarana prasarana.
D.    Budaya Organisasi Lemah
Budaya organisasi adalah perilaku berorganisasi yang terlihat dalam praktik kehidupan sehari-hari, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terus menerus. Dalam budaya organisasi, akan terlihat kedisiplinan seseorang dalam melaksanakan program dan ambisinya dalam memenuhi target yang dicanangkan.



E.     Hilangnya Spirit Kompetisi dan Inovasi
Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, madrasah berjalan dalam kecepatan rendah dan target yang rendah pula. Hal ini tidak lepas dari hilangnya spirit keompetisi yang menyebabkan buntunya kreasi dan inovasi. Jika lembaga mempunyai spirit kompetisi tinggi, inovasi demi inovasi akan terus dilahirkan tanpa henti.
F.      Jaringan Tidak Berkembang
Madrasah biasanya lemah di bidang jaringan ini. Kelemahan inilah yang membuat madrasah tidak bisa berkembang dengan cepat, karena tidak mampu berkoneksi dengan lembaga lain yang mempunyai visi dan misi yang sama. Lemahnya jaringan di sebabkan oleh mobilitas yang rendah, pola komunikasi yang tidak aktif, dan kapasitas individual yang tidak kompetitif dan proyektif. Kerja sama yang menjadi ciri khas era globa tidak terlaksana dengan baik. CARA MELAHIRKAN MADRASAH UNGGUL DI ERA GLOBALISASAI
G.    Kaderisasi Mandeg
Kaderisasi adalah usaha untuk mempersiapkan kader-kader pemimpin masa depan secara sistematis, gradual, dan optimal. Kaderisasi menjadi penting demi kontinuitas organisasi dalam jangka panjang. Sebaik apapun seorang pemimpin, pada suatu saat, ia pasti mengalami masa dimana ia harus diganti, baik akibat usia, sakit, kesibukan lain, periodisasi, maupun faktor lain.
H.    Konsolidasi Terbengkalai
Kemajuan suatu organisasi sangat ditentukan oleh soliditas tim. Jika soliditas tidak ada, menggapai prestasi ibarat bermimpi di siang bolong, jauh dari harapan. Tim yang solid saja belum tentu mencapai prestasi besar apalagi ketika tidak solid.

F.    Tidak Adanya Ekspansi
Lembaga yang besar selalu memikirkan ekspansi, yaitu perluasan dan pengembangan wilayah. Biasanya, lembaga tersebut sudah mapan dalam segala aspek, baik manajemen, finansial, sumberdaya manusia, dan sarana prasarana. Bila lembaga itu masih kekurangan, baik itu finansial, summber daya manusia, sarana prasarana, dan manajemen yang sulit baginya untuk berekspansi.
G.     Pendanaan Terbatas
Salah satu aspek penting dalam kemajuan madrasah adalah ketercukupan finansial. Ketercukupan ini tidak bisa hanya mengandalkan BOS (Bantuan Opersional Sekolah) karena nominalnya sedikit. Maka dari itu, di masa depan, madrasah harus merintis badan usaha ekonomi yang mampu menghasilkan banyak pendapatan.

Friday, September 28, 2018

MAKALAH Pengembangan Life Skill di Madrasah


    Pengembangan Life Skill di Madrasah

Inilah Cara dan Makalah  Pengembangan Life Skill di Madrasah
A.    Pengertian Life Skill
Kecakapan praktis yang dijadikan sebagai pegangan atau pedoman anak didik dalam memecahkan berbagai persoalan hidup atau kehidupan di masa sekarang dan akan datang, meliputi kecakapan pengetahuan dan sikap yang berhubungan dengan fisik dan mental, serta kecakapan kejuruan yang berhubungan dengan pengembangan akhlak anak didik supaya mampu menghadapi tuntutan dan tantangan hidup dalam kehidupan. Secar umum, pendidikan lifeskill bertujuan mengembangkan potensi anak didik yang sesuai dengan karakteristik, emosional, dan spiritual dalam prospek mengembangkan diri dan memposisikan perannya di masa sekarang serta masa yang akan datang.
         Dalam bahasa lain, pendidikan life skill bertujuan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan anak didik untuk bertahan dan meningkatkan kualitas hidup dalam semua lingkungan dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia.

B.     Model Pengembangan Life Skill
Pertama, pengembangan kelembagaan. Pengemabangan kelembagaan adalah usaha dalam jangka panjang untuk memperbaiki proses-proses pemecahan masalah dan pembaharuan organisasi, khususnya melalui budaya manajemen organisasi yang lebih efektif dan kolabotif. makalah sistem dan metode mengajar seorang guru
         Kedua, pengembangan model kurikulum. Kurikulum sebagai jantung pendidikan harus dilaksanakan sesuai teori-teori yang sifatnya fleksibel, sesuai dengan perkembangan zaman.
         Ketiga, pengembangan tenaga pendidikan dan kependidikan. Guru harus mempunyai kecakapan dan wawasan memadai – terutama tentang ilmu yang diajarkan -, mempunyai keterampilan yang tinggi, mampu menggunakan metode yang tepat, dan mudah beradaptasi dengan kemampuan anak didik. Terwujudnya guru profesional adalah sebuah keharusan.
         Keempat, pengembangan model pembelajaran. Pembelajaran kontekstual adalah hal penting. Guru harus bisa mendorong anak didik agar mampu menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata dan mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Disamping itu, dalam proses belajar mengajar, terdapat empat strategi dasar, yaitu :
1.      Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi, kualifikasi perubahan tingkah laku, serta kepribadian anak didik yang diharapkan;
2.      Memilih sisitem pendekatan belajar mengajar yang didasarkan pada aspirasi dan pandangan hidup masyarakat;
3.      Memilih, menetakan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang paling tepat dan efektif untuk dijadikan pegangan guru dalam menjalankan tugas mengajar; serta
4.      Menetapkan norma dan batas minimal keberhasilan sebagai pedoman dalam melakukan evaluasi hasil belajar mengajar yang dijadikan umpan balik untuk penyempurnaan sistem isntruksional secara keseluruhan.
Kelima, pengembangan model manajemen.
Keenam,pengembangan model media dan sumber belajar.
Ketujuh, pengembangan model evaluasi. Evaluasi harus dilakukan secara baik dan efektif. Evaluasi harus mengacu kepada kurikulum komptensi yang di terapkan. Evaluasi seperti ini akan menghasilakn nilai authentic assessment yang memiliki kriteria sebagai berikut :
1.      Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran;
2.      Dapat digunakan untuk midsemester dan semester;
3.      Yang menjadi ukuran adalah keterampilan dan performansi, bukan mengingat fakta;
4.      Berkesinambungan;
5.      Terintegrasi; serta
6.      Dapat diamnfaatkan sebagai feed back.
Kriteria menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Dalam konteks ini, yang dimaksud mengajar adalah menciptakan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar.

Thursday, September 27, 2018

MAKALAH Tantangan kompleks Madrasah di Era Globalisasi LENGKAP


       Tantangan kompleks Madrasah di Era Globalisasi

MAKALAH MADRASAH DI INDONESIA PERKEMBANGAN KEAGAMAAN
A.    Demoralisasi Pelajar
Tantangan pertama yang dihadapi madrasah adalah kemerosotan moral pelajar dan remaja pada umumnyayang sudah sedemikian akut. Mereka yang terlibat dalam minuma-minuman keras (miras), geng motor, narkoba, free sex, perkelahian sampai pembunuhan, pencurian, dan pemerasan, sudah tidak terhitung. Keringnya nilai-nilai religius menyebabkan perilaku yang tidak terkendali. BACA : MAKALAH KIAT MELAHIRKAN MADRASAH UNGGUUL DI ERA GLOBALSASI
           Mereka melakukan apa saja secara kolektif. Kebenaran menurut mereka adalah sesuatu yang disepakati oleh kelompoknya. Agama dicampakkan dan nafsu diperturunkan.
B.     Degradasi Keilmuan dan Moral Guru
Tantangan kedua madrasah adalah penurunan kualitas ilmu guru yang berpengaruh besar terhadap kualitas amal dalam bentuk apapun. Amal adalah manifestasi dari ilmu, sehingga jika ilmunya sedikit dan kering, maka amalnya pun sedikit dan kering.
C.     Krisis Keluarga
Tantangan ketiga yang dihadapi madrasah adalah krisis fungsi keluarga. Keluarga tidak berfungsi sebagai pendidikan utama dan pertama anak didik. Keluarga sekedar tempat pemenuhan kebutuhan biologis, seperti makan, minum, menonton televisi, bukan tempat pemenuhan kebutuhan keilmuan dan spiritual, seperti belajar, mengkaji al-qur’an, shalat berjamaah, dan lain-lain.
D.    Apatisme Sosial
Lingkungan adalah perisay budaya. Jika lingkungan mengalami kerusakan, perisai budaya bisa terjebak dalam keadaan mengkhawatirkan, bahkan bisa jatuh. Apatisme sosial, artinya ketidakpedulian lingkungan masyarakat terhadap moralitas dan perilaku yang dilakukan orang lain.
E.     Runtuhnya Wibawa Kultural
Kewibawaan ini bisa dimanfaatkan untuk memperkuat moralitas anak didik dan meningkatkan kapasitas keilmuannya. Namun, jika kewibawaan kultural ini mengalami krisis eksistensi, agenda penegakan moral di tengah masyarakat pun di terpa krisis.
F.      Langkanya Keteladanan
Keteladanan yang murni, tidak dibuat-buat, memang lahir dari individu yang shalih, dekat dengan Tuhan, mengasih sesama manusia, dan berjuang sekuat tenaga untuk mengontrol nafsu setannya agar senantiasa berada di jalan yang lurus.
G.    Kebebasan Informasi dan Komunikasi
Arus informasi dan komunikasi sekarang ini sangat bebas. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi yang melahirkan inovasi terus menerus menjadikan batas-batas waktu dan tempat nyaris hilang. Setiap saat, kita bisa berkomunikasi dan mengikuti informasi. Koran, majalah, televisi, internet, radio, handphone, dan lain-lain menjadi menu harian yang tidak terlewatkan, seolah tidak ada kontroldari badan sensor.
           Disamping memiliki dampak negatif, ada juga dampak positif dari jaringan tanpa batas ini, yaitu cepatdan mudahnya mendapatkan informasi dan pengetahuan, sehingga wawasan semakin luas dan cakrawala pemikiran meningkat tajam.
H.    Westernisasi Kebudayaan
Globalisasi membawawesternisasi, atau pembaratan budaya. Budaya yang datang dari Ameika dan Eropa dijadikan file style, sedangkan budaya timur mengedepankan kesopanan, keramahan, etika, dan kebersamaan perlahan terkikis. Budaya timur dianggap tradisional, out of date, kuno, dan tidak mengikuti perkembangan zaman.
I.       Liberalisasi Ekonomi Pasar
Ekonomi pasar sekarang bercorak liberal, dalam arti bebas dari intervensi negara. Kalangan swasta bisa berkompetisi secara terbuka untuk memperebutkan pasar. Pemain internasional akan terjun ke tempat-tempat strategis untuk menanamkan investasi dan memperkuat jaringan bisnisnya. Dengan kekuatan modal, sumber daya manusia, jaringan, dan akses, mereka akan menguasai pasar secara dominan.
           Efek yang dapat terjadi dalam proses ini adalah hilangnya orientasi moral dalam ekonomi praktis. Artinya, ketika terjadi kompetisi, maka tujuan utamnaya adalah memenangkan persaingan tanpa mempertimbangkan falsafah moral dan nilai yang benar.
           Hal ini bisa kita lihat di mal-mal dan supermarket yang menyediakan berbagai model pakaian. Mayoritas yang tersedia adalah pakaian-pakaian seksi, menampakkan aurat perempuan di ruang publik. Tentu, pakain seperti ini mengundang daya tarik laki-laki, dan akhirnya berbagai kasus pemerkosaan, free sex, dan lain-lain semarak. Inilah efek negatif liberalisasi ekonomi yang seharusnya bisa di antisipasi dengan baik. PENGERTIAN DAN DAMPAK GLOBALISASI



J.       Pragmatisme dan Oportunisme Politik
Politik adalah dunia kekuasaan. Politik sebenernya mulai jika dipraktikkan dengan cara-cara yang santun, bermoral, serta bertujuan menegakkan keadilan dan kesejahteraan. Inilah yang dipraktikkan para nabi, khususnya Nabi Yusuf dan Nabi Muhammad Saw. Yang menggunakan politik sebagai sarana menegakkan keadilan, mengembangkan potensi masyarakat, pragmatisme dan oportunisme politik semacam ini menjadi fenomena akut di negara ini. Tidak ada idealisme untuk menegakkan kebenaran, keadilan, dan kemakmuran bangsa.
K.    Komersialisme dan Kapitalisme Pendidikan
Inilah ironi pendidikan di negeri ini. Anak-anak yang berbakat dan menjadi tulang punggung bangsa ini di masa depan justru tidak mendapatkan layanan pendidikan yang memadai dan mampu mengembangkan potensi mereka secara maksimal, karena mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu. Sedangkan mereka yang kecerdasannya biasa dan sedang, karena berasal dari keluarga yang ada (the have), bisa menikmati pendidikan yang berkualitas.
           Setiap anak didik berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, nondiskriminatif, dan kompetitif. Sebab, merekalah yang nantinya akan membawa perubahan bangsa ini di masa depan. Jika pendidikan mereka tidak berkualitas, bangsa ini akan mengalami kemunduran dan terbelakangan karena kalah dalam kompetisi global.

makalah Kiat Melahirkan Madrasah Unggul di Era Globalisasi


    Kiat Melahirkan Madrasah Unggul di Era Globalisasi

A.      Muatan Lokal Spesifik
Materi-materi yang di tetapkan oleh madrasah dinamakan muatan lokal (mulok). Biasanya, mulok madrasah sangat banyak dan bisa memecahkan konsentrasi anak didik dalam menguasai satu bidang secara spesifik. Dengan mulok yang spesifik, target ideal yang di tetapkan bisa dikejar karena tersedia waktu yang cukup. baca : dampak globalisasi terhadap madrasah
Misalnya, jika mulok madrasah di tetapkan berupa bahasa Arab, kegiatan yang dicanangkan adalah mufradat, khithabah, muhadastah, kitabah, istima’, dan lain-lain yang dilakukan setiap hari; atau jika berupa bahasa Inggris, di buatlah kegiatan yang menunjang hali ini, yaitu speaking, writing, conversation, listening, focus group discussion, debating, english day, dan lain-lain, juga dilakukan setiap hari. BACA : MAKALAH TANTANGAN MADRASAH DI ERA GLOBALISASI
B.     Life Skill
Life skill adalah keahlian yang menjadikan orang bisa mengembangkan dirinya secara maksimal sehingga eksitensi dan aktualisasinya terjaga di tengah masyarakat. Pelatihan life skill biasanya dilakukan pada waktu ekstrakurikuler, yaitu sore hari. Lifeskill bisa berupa enter preneurship (kewirausahaan), jurnalistik, komputer,mejahit dan lain-lain.
C.     Kepemimpinan Berputar
Kepemimpinan adalah usaha memimpin orang lain dengan pendekatan yang variatif, seperti demokratif, otoriter, karismatik, dan lain-lain. Pemimpin (leader), sebagai sosok pengedali utama yang menggerakkan roda organisasi. Salah satu alternatif untuk mengatasi kondisi ini adlah kepemimpinan berputar. Artinya, jabatan pemimpin di pergilirkan dalam jangka waktu tertentu, sehingga masing-masing staf mempunyai pengalaman menjadi pemimpin dan pengikut. Misalnya, seseorang menjadi kepala sekolah selama satu semester, kemudian diganti oleh seksi bidang kurikulum, lalu kepala sekolah pindah menjadi bidang kurikulum, dan lain sebagainya.
D.    Guru Super
Madrasah yang unggul harus mempunyai guru super, yaitu guru yang memainkan perannya secara lahir batin. Ia mendidik dengan sepenuh hati, tidak oleh motivasi materi, melainkan panggilan nurani, terus menerus mengembangkan kemampuan tanpa henti, kreatif dan inovatif, aktif menulis, berdiskusi, dan mengembangkan jaringan, suka membantu sesama, suka humor tapi terkendali, dan selalu berorientasi pada peningkatan pengetahuan serta keluhuran moral anak didik. Mencarinya dan meciptakan sistem yang bisa melahirkan guru super semacam ini. Membangun sistem yang bisa melahirkan guru super ini, misalnya, dengan membuat tata tertib guru dengan sanksi yang mendidik.
E.     Perpustakaan Berjalan
Perpustakaan adalah jantung pendidikan karena ia adalah sumber ilmu. Sayangnya, perpustakaan di madrasah ini sering kali sepi pengunjung, sebab para siswa hanya pergi keperpustakaan pada waktu istirahat yang sangat pendek. Kebayakan siswa memanfaatkan waktu istirahatnya untuk jajan.
F.      Diskusi Setiap Hari
Diskusi adalah simbol dinamisasi pengetahuan. Diskusi menjadi arena adu gagasan dan pemikiran. Seseorang memiliki teman diskusi yang berkualitas, semakin banyak pula peluang menyerappengetahuan.
G.    Menulis Setiap Hari
Program menulis setiap hari dicanangkan dalam rangka menumbuhkan kecintaan terhadap dunia tulis-menulis. Menulis membutuhkan keseriusan, kesungguhan, ketekunan, dan semangat pantang menyerah, meski tidak harus dilakukan secara kaku. Anak-anak dibebaskan menulis sesuai bakatnya, sesuai topik yang disukainya, dan tidak di targetkan muluk-muluk.



H.    Lomba Setiap Hari
Lomba adalah ajang kompetisi yang sangat bermanfaat untuk dinamisasi potensi anak didik. Inilah spirit luar biasa yang ada pada lomba.
I.       Praktik Setiap Hari
Praktik adalah kunci kesuksesan, sebab setiap kemampuan besar lahir dari praktik yang insentif. Praktik menjadi ajang penggalian dan pengembangan kemampuan yang efektif.
          Praktik akan mengajari anak didik tentang pentingnya belajar secara otodidak (self study) yang menjadi rahasia suksesnya pemikir besar, seperti Hamka, Abdurahman Wahid, Hasbi as-Shiddiiqe, Ali Yafie, Sahal Mahfudh, Mustofa Bisri, dan lain-lain.

Monday, September 24, 2018

makalah pengertian,ciri dan dampak globalisasi lengkap


pengertian,ciri dan dampak globalisasi

A.    Pengertian Globalisasi
Globalisai, secara ringkas, dapat di jelaskan dengan satu kata : “mendunia”. Artinya, sistem kehidupan telah berada dalam skala internasional, lintas bangsa, negara,budaya, dan agama. Efek globalisasi sangat luas, mencakup semua aspek kehidupan, baik dalam komunitas sosial, suku, keluarga, bahkan individu. Mobilitas dan dinamika blobalisasi sulit di deteksi, diprediksi, dan diantisipasi dengan panca indra. Globalisasi dimulai dari runtuhnya tembok Berlin tahun 1989 dan melesat oleh adanya revolusi teknologi informasi.

B.     Ciri dan Paradoks Globalisasi
Globalisasi memiliki banyak ciri, diantaranya adalah :
1.      Integrasi
Integrasi ini di simbolkan dengan kata web ‘jaringan’. Jika dulu sistem di bangun dengan divisi dan sekat-sekat, sistem sekarang di bangun secara bertahap dengan integrasi dan jaringan. Semakin luas jaringan kita, semakiin efisien pula kehidupan.
2.      Kapitalisme pasar bebas
Dengan pasar yang semakin berkuasa, perekonomian pun ditentukan oleh perdagangan bebas dan kompteisi. Kapitalisme pasar bebas ditandai dengan AFTA (Asean Free Trade Area) pada tahun 2003, dimana semua negara ASEAN menjadi pasar tebuka dan semua negara bisa bersaing bebas. Diantara mereka ada yang kaya, seperti Singapura, Brunei, disusul Thailand dan Malaysia. Sedangkan Indonesia masih belum beranjak dari krisis.
3.      Amerikanisasi
Negara-negara super power  melakukan ekspansi budaya besar-besaran sehingga pengaruhnya sangat dominan di negara-negara berkembang. Mc Donald’s, Coca Cola, Kentucky, pabrik jeans dan t-shirt, media, seperti CNN,Forbes, dan lain-lain merambah serta mempengaruhi masyarakat dunia. Hal ini adalah kesalah pahaman, dengan memahami modernisasi dengan simbol makanan. Sebab, di negara asalnya, Amerika Serikat, makanan-makanan itu adalah sampah karena mengandung banyak lemak dan kurang vitamin. Makanan ini hanya dimakan ketika tidak ada uang atau terburu-buru waktu. Orang Amerika yang sadar gizi selalu mengkonsumsi good food, seperti salad dan sup, serta menghindari junk food. Ironisnya, yang terakhir disebutkan justru menjadi gaya hidup masyarakat Indoneisa.


4.      Digitalisasi
Komputerisasi, miniaturisasi, komunikasi satelitoptik, internet, dan digitalisasi adalah ciri globalisasi. Miniaturisasi terdapat dalam berbagai macam perangkat teknologi canggih, misalnya telelpon genggam. Digitalisasi memberikan presisi dan akurasi lebih tinggi yang dapat dijumpai di mana-mana, mulai dari radio hingga kamera. Satelit komunikasi Palap telah menyatukan nusantara selama lebih dari dua dekade.
5.      Kecepatan
Ukuran di masa lalu di tentukan oleh berat, sedangkan sekarang, oleh kecepatan, misalnya kecepatan perdagangan, perjalanan,komunikasi, dan inovasi. Kecepatan komunikasi internet menjadikan dunia seolah sudah menyatu.
6.      Perpindahan penduduk dengan frekuensi tinggi
Perpindahan penduduk masa kini dapat melintasi batas konvensional negara. Mobilitas tenaga kerja terjadi di mana-mana, mulai dari malaysia, singapura, korea, Hongkong, Arab Saudi, hingga Negara Timur Tengah lainnya. Tenaga kerja asing dari Amerika, Inggris, Korea, Jepang, China, dan lain-lain pulang pergi ke-Indonesia. Sayangnya, kebanyakan profesi tenaga kerja Indonesia di luar negeri adalah pembantu rumah tangga, kuli bangunan, sopir, perawat rumah sakit dan rumah jompo. Sedangkan profesi orang asing di Indonesia adalah posisi eksekutif, direktur, manajer, konsultan, dan lain-lain. Sebelum pasar bebas AFTA 2003, pemerintah bisa melindungi tenaga kerja kita di dalam negeri dengan menerapkan restriksi dan syarat ketat untuk tenaga asing. Tapi, tapi pasca pasar bebas berlaku, hal ini tidak terelakan lagi.



Mathma Gadhi menyebutkan tujuh penyakit globalisasi yang menarik kita cermati, yaitu :
a.       Politik tanpa prinsip ;
b.      Kaya tanpa bekerja ;
c.       Pendidikan tanpa karakter ;
d.      Perdagangan tanpa moralitas ;
e.       Kenikmatan tanpa hati nurani ;
f.       Ilmu pengetahuan tanpa kemanusiaan; dan
g.      Agamatanpa pengorbanan.
Ciri tersebut seharusnya membuat masyarakat dunia waspada dan tidak menuhankan globalisasi, karena di dalamnya tersimpan kepentingan tersembunyi negara maju untuk menjajah ekonomi, pendidikan, peradaban, dan politik negara berkembang dan terbelakang, bukan membuat mereka sejahtera.
C.     Dampak Negatif Globalisasi
Globalisasi betul-betul telah membawa dampak serius bagi kehidupan manusia. Kerusakan ekosistem dan kehidupan secara umum di era ini sudah sangat parah. J.F. Rischard menjelaskan kerusakan ini sebagai berikut :
1.      Jumlah penduduk dunia pada tahun 2020-2025 diperkirakan bertambah dari 6 milyar menjadi 8 milyar. Sejumlah 95% dari pertambahan tersebut terjadi dinegara-negara berkembang.
2.      Suhu panas bumi meningkat.
3.      Panggilan kekayaan alam dan perut bumi, di darat dan laut, terus berjalan secara brutal.
4.      Hujan lebat, permukaan air laut meningkat, dan terjadi pencemaran air laut.
5.      Ekosistem rusak dan keragaman spesies banyak berkurang, bahkan menjadi langka.
6.      Pemenuhan kebutuhan ikan sebagai sumber protein berkurang drastis.
7.      Hutan lambat laun semakin gundul.
8.      Konflik, teror, dan bom terjadi dimana-mana secara global.
9.      Penyakit menyebar keseluruh dunia, misalnya vius HIV/AIDS, malaria, TBC, radang paru-paru, diare, cacar air, flu burung, dan lain sebagainya.
10.  Pendidikan semakin rusak. Satu dari enam anak-anak mengalami buta huruf : jumlahnya 60 juta wanita, 300 juta pria, 99% diantaranya bertempat tinggal di negara berkembang. Di perkirakan, satu dari lima anak berumur 11-16 tahun (serta dengan 115 juta orang) tidak mengenyam bangku sekolah.
11.  Air semakin langka.
12.  Obat-obat ilegal merajalela.
13.  Terjadi kesenjangan informasi digital.
14.  Bencana alam terjadi dimana-mana. Selama tahun 1990an, bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, hujan lebat, angin topan, dan lumpur menyerang bumi 500-800 kali setiap tahun. Biaya yang digunakan untuk menanggulangi bencana ini tidak kurang dari 600 milyar dolar.
Dampak negatif globalisasi terus meningkat dari waktu kewaktu. Dunia akan semakin panas oleh keserakahan manusia yang ingin menguasai bumi secara semena-mena, tanpa menjaga kerukunan dan keseimbangan.




D.    Dehumanisasi
Dalam konteks budaya, globalisasi melahirkan dehumanisasi, yakni proses menghilangkan manusia dari esensi kemanusiaannya yang suci dan membutuhkan nilai spiritualitas, rasionalitas, keadilan, keseteraan, serta kesejahteraan lahir batin.
E.     Dominasi Barat
Dominasi barat ini akhirnya melahirkan kebebasan seksual dimana-mana, kesenjangan yang lebar antara kaya-miskin, ketidak adilan global dalam kebijakan politik luar negeri, membanjirnya film dan menu di internet yang serba porno, turisme yang mengumbar aurat, dan makanan-makanan yang tidak jelas kadar kesehatan dan kehalalannya. Pergumulan dua budaya yang bertentangan antara islam dengan barat ini menjadi tantangan serius madrasah, demi meramu nilai islam yang diterima dunia modern tanpa kehilangan identitas utamanya.

MAKALAH SEJARAH DAN PENGERTIAN MADRASAH LENGKAP


SEJARAH DAN PENGERTIAN MANDRASAH  

Pengertian Madrasah
Madrasah secara  bahasa berasal dari akar kata darasa, yaitu belajar,       sedangkan madrasah berarti tempat belajar atau sekolah formal. Pengertian yangbiasa orang awam gunakan untuk madrasah adalah lemaga pendidikan tingkat dasar dan menengah, baik yang mengajarkan ilmu agama islam saja, perpaduan antar ilmu agama islam dan ilmu umum, maupun ilmu-ilmu yang berbasisajaran islam
Madrasah yang fokus pada pelajaran agama -100% materi pelajarannya agama, biasadisebut madrasah diniyah. Madrasah diniyah kebanyakan berdiri di lingkungan pesantren salaf (tradisional murni) dan di daerah-daerah,biasanya diprakarsai oleh alumni pondok pesantren salaf  yang ingin mendidik anak-anak bangsa dengan kekayaan tradisi intelekual klasik. Di dalam madrasah ini, biasa dipakai kitab kuning yang meliputi pelajaran tauhid, bahasa Arab, fiqh,ushul fiqh, hadis, tafsir,dan tasawuf. Pada masa kini,model madrasah ini termasuk langka.
Sedangkan madrasah yang mengajarkan materi umum kebanyakan adalah madrasah formal yang ijazahnya diakui negara untuk kelanjutan studi ke jenjang yang lebih tinggi.Madrasah seperti inilah yang menjadi fenomena umum di banyak tempat, baik di lingkungan pesantren atau masyarakat muslim pada umumnya.



B.     Konteks Global
Dalam konteks global di dunia islam, lahirnya madrasah, menurut Ahmad Tsalabi di latar belakangi minta masyarakat untuk  mempelajari ilmu di halaqoh masjid yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Ada juga yang mengatakan bahwa lahirnya madrasah di sebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan berbagai keterampilan.
C.     Konteks Indonesia
Dalam konteks indonesia, madrasah mulai lahir pada awal abad ke-20, tepatnya pada tahun1905, yaitu Mambaul Ulum di Kerajaan Surakarta,berdekatan dengan waktu berdirinya Madrasah Diniyah Labai al-Yunusiyah di Sumatera .
Madrasah kemudian lahir dari basis-basis ormas, misalnya NU dan Muhammadiyah seperti berdirinya Madrasah Nahdlatul Ulama di Jawa Timur, Madrasah Muhammadiyah diYogyakarta.
Berdirinya madrasah di Indonesia lahir sebagai respons, bahkan sebagai tandingan terhadap pendidikan modern yang dikelola pemerintah kolonial Belanda.
Berdirinya madrasah di Indonesia, adanya pelajaran umum yang diajarkan di madrasah, serta pelajaran agama yang diajarkan di sekolah umum tidak lepas dari perjuangan K.H.A.Wahid Hasyim, putra Hadlratussyeikh, K.H.Mohammad Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama , yang pada waktu itu menjabat sebagai Mentri Agama Republik Indonesia. SEJARAH BAHASA INDONESIA